another story

my life my adventures

  • 25th January
    2012
  • 25

Surat untuk Dewi “Dee” Lestari

Untuk Blog Contest Mizan.com

Sebagai seorang pengkhayal tingkat tinggi, sejak kecil saya sangat senang membaca. Melalui cerita yang saya baca, saya merasa keluar dari tubuh saya dan berubah wujud menjadi salah seorang tokoh dalam cerita, dan berpetualang mengikuti alur yang ada. Waktu kecil, saya selalu menikmati dan tenggelam dalam setiap plot dan cerita yang disajikan oleh penulis ceritanya. Namun, seiring dengan bertambahnya usia, saya menjadi semakin selektif dalam memilih cerita yang akan saya baca.

Semakin hari, semakin mahir saya membaca plot yang dihadirkan oleh penulis. Sehingga pada akhirnya saya hanya mengarungi setiap plot yang dihadirkan dalam setiap cerita, dan mulai bosan dengan permainan plot yang mudah ditebak. Saya pun melupakan betapa nikmatnya tenggelam dalam permainan perasaan yang dihadirkan seorang penulis dalam sebuah cerita.

Bagi saya, yang hanya pengkhayal ini, cerita yang indah bukan hanya menghadirkan plot yang bagus sehingga mengajak pembacanya untuk terus membaca cerita tersebut hingga selesai, tetapi juga membawa pembacanya ikut tenggelam dan seolah-olah menjadi tokoh utama dalam cerita tersebut. Menikmati untaian kata demi kata, menelurusi kalimat demi kalimat, dan menyelami alunan perasaan yang dialami tokoh-tokoh dalam cerita tersebut.

Bersama beberapa karya Dee yang telah saya baca, saya hilang kesadaran. Ibaratnya, jika saya pecinta musik, cerita yang ditulis oleh Dee adalah untaian nada-nada indah yang beakhir dengan sempurna. Jika saya, penikmat kuliner, cerita-cerita tersebut seakan menu komplit khas nusantara, yang berbuat saya terharu ketika saya sampai pada suapan terakhir dan membuat saya selalu teringat pada setiap bumbu khasnya. Dan dimata saya yang seorang pengkhayal ini, Dee berhasil membuat membuat saya kembali menemukan kenikmatan berpetualang dalam cerita yang ia tulis, membuat saya mengalami kebahagian dan kesedihan yang dialami setiap tokohnya, membuat saya membangun tokoh-tokoh yang dalam ceritanya menjadi nyata dalam khayalan saya.

Terima kasih Dee untuk cerita-ceritanya yang membuat saya kembali membaca novel-novel populer karya penulis Indonesia. Dan sekarang, membuat saya ingin menuangkan khayalan saya dalam tulisan! J

Dari     : Syifa Sakinah

Untuk  : Mizan.com

  • 18th January
    2012
  • 18
…berputar menjadi sesuatu yang bukan kita demi menjadi diri kita sendiri…
Keenan - Perahu Kertas
  • 18th January
    2012
  • 18
Kenangan itu cuma hantu di sudut pikir. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia tetap jadi hantu, nggak akan pernah jadi kenyataan.
Luhde - Perahu Kertas